KENAL LEBIH DEKAT
Pada tanggal 29 Februari 1996 merupakan perjalanan awal Karya Sosial Marau. Empat orang suster datang ke Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, atas undangan Bapak Uskup Ketapang, Mgr. Blasius Pujaraharja, Pr. Keempat suster tersebut adalah Sr. Martha, Sr. Anastasia, Sr. Magdalena, dan Sr. Yohana, yang datang bersama Sr. Helena selaku Provinsial.
Karya Sosial Marau fokus dalam pelayanan kepada perempuan, anak-anak, serta kelompok rentan yang mengalami kekerasan.
Mari Terlibat
Tahukah kamu? Di Marau kami mendapati berbagai masalah seperti 3 (tiga) isu utama ini:
Anak-anak yang mengalami putus sekolah belum terfasilitasi untuk mengakses alternatif pendidikan penyetaraan.
Bagi anak perempuan yang hamil diluar nikah belum adacara pandang baru untuk merubah konstruksi sosial budaya masyarakat secara adat bahwa jika hamil diluar nikah harus dinikahkan.
Masalah yg dialami oleh korban perkawinan anak dan putus sekolah tidak hanya membutuhkan pengetahuan tentang dampaknya, tetapi juga membutuhkan pengetahuan dan pengarahan tentang harus melakukan apa jika sudah menjadi korban.
Bagaimana Kamu Dapat Membantu

KOLABORASI
Lembaga pendidikan, PEMDA, pihak kecamatan, pihak desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama bersama-sama mengangkat dan menggaungkan isu tentang dampak perkawinan anak dan putus sekolah.

jadi relawan
Punya pengetahuan dan pengalaman yang ingin dibagikan. Kami sangat terbuka untuk relawan yang ingin memberikan waktu terlibat.

Donasi untuk Dampak Nyata
Seberapa besarpun hasil dari kerja kerasyang anda berikan sangatbermanfaat bagi mereka yg membutuhkan.

Suarakan Isu Keadilan Sosial
Dengan berbagi cerita tentang karya pelayanan untuk perempuan dan anak yang kami lakukan di Marau, Anda sudah membantu menyelamatkan jiwa-jiwa yang rentan.
Pengantar
Yuk, kita tengok Karya Sosial Marau – Ketapang-Kalbar!
Salah satu persoalan sosial budaya dan pendidikan yang dihadapi di
kecamatan Marau adalah perkawinan usia anak dan drop out dari
pendidikan dasar. Kecamatan Marau memiliki penduduk 17.792 jiwa,
penduduk laki-laki berjumlah 9.332 jiwa dan perempuan 8.460 jiwa (BPS Kecamatan Marau dalam angka tahun 2024). Kami melakukan berbagai macam program pencegahan bekerjasama dengan berbagai stakeholder untuk membangun budaya perlindungan anak dan pemenuhan hak anak untuk memastikan setiap anak memperoleh hak-haknya terutama Pendidikan yang berkualitas (SDG No. 4) dan kesetaraan gender (SDG No. 5). Kami berharap kehadiran Karya Sosial Marau mampu menjadi jembatan kasih yang mempertemukan setiap perempuan dan anak yang membutuhkan dengan pemangku kepentingan yang memiliki kewajiban untuk pemenuhan hak. Kami berkomitmen menghidupi spirit inklusif, belas kasih, rekonsiliasi dengan menjunjung martabat setiap pribadi.
Penjangkauan
Gerakan Bersama: Stop Perkawinan Anak & Putus Sekolah di Marau
Di balik indahnya pemandangan Marau, tersembunyi sebuah realita yang memilukan: masih banyak anak-anak yang terpaksa menikah di usia anak dan kehilangan haknya untuk bersekolah.
Setiap anak yang dipaksa menikah adalah mimpi yang dipendam sebelum sempat mekar. Setiap remaja yang putus sekolah adalah potensi bangsa yang terabaikan.
Kami, Tim Karya Sosial Marau, bergerak dengan hati untuk mengubah ini semua. Dengan pendekatan berbasis hak, kami menjangkau setiap sudut Kecamatan Marau dan desa-desa, terutama Desa Riam Batu Gading, Runjay Jaya, dan Batu Payung Dua, untuk:
-
Membangun tim “Champions” – pemuda-pemudi yang menjadi agen perubahan di komunitasnya
-
Mendengarkan suara anak-anak melalui penelitian tentang persepsi mereka terhadap perkawinan usia anak
-
Memberikan pendampingan intensif mulai dari remaja di asrama, anak sekolah, kelompok perempuan, hingga orang tua
-
Menciptakan Rumah Belajar sebagai tempat anak-anak menemukan kembali semangat untuk bermimpi
Ini bukan sekadar program, tapi gerakan cinta untuk masa depan Marau! Setiap anak berhak mengejar cita-cita. Setiap remaja berhak menentukan jalan hidupnya sendiri.
Mari bersama kita jaga hak mereka untuk tetap bersekolah, bermimpi besar, dan menentukan masa depannya sendiri!
Asrama Putri Bunda Pengasih Gembala Baik
Asrama Putri Bunda Pengasih Gembala Baik: Rumah Kedua yang Membentuk Pemimpin Masa Depan
Asrama Putri Bunda Pengasih Gembala Baik, yang dikelola oleh Karya Sosial Gembala Baik Marau, adalah salah satu asrama putri terbaik di Kecamatan Marau.
Lebih dari sekadar tempat tinggal sementara, asrama ini menjadi rumah yang aman dan penuh kasih bagi remaja putri dari berbagai kampung yang menempuh pendidikan di SMPN 01 Marau, SMKN 01 Marau, dan SMAN 01 Marau.
Didirikan atas inisiatif para Suster Gembala Baik yang peduli akan pentingnya lingkungan yang mendukung bagi anak-anak perantau, asrama ini tidak hanya menyediakan akomodasi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter.
Melalui program bimbingan, pelatihan kepemimpinan, dan kegiatan pengembangan diri, kami membekali para remaja putri dengan keterampilan hidup, nilai-nilai moral, serta jiwa pelayanan, menyiapkan mereka menjadi pemimpin yang tangguh dan berintegritas di masa depan.
Cerita
Karya Tulis
Judul Artikel
Artikel satu
Judul Artikel
Artikel dua
Judul Artikel
Artikel tiga
Outreach
Kemitraan
Asrama Putri Bunda Pengasih
Terima kasih
Sobat Misi
Donasi Sekarang atau Ikut Terlibat
Alamat
Jl. Daeng Utin, No 09, RT 01/RW 01, Desa
Sukakarya, Kecamatan Marau, kabupaten
Ketapang
Telepon
0823-5322-6792
Email
karsosgbmarau@gmail.com, marau@gembalabaik.org