Identitas Kongregasi
Kongregasi Suster Gembala Baik hadir dengan panggilan mulia untuk mewujudkan cinta kasih Yesus Kristus melalui pelayanan kepada perempuan dan anak-anak yang terpinggirkan. Dengan semangat belaskasih, kami berkomitmen untuk memulihkan martabat setiap pribadi dan melawan segala bentuk kekerasan serta ketidaksetaraan gender. Melalui visi dan misi kami, kami berupaya menjawab kebutuhan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pertolongan, sekaligus berupaya mewujudkan dunia yang lebih adil dan berbelas kasih.
Sejarah Kongregasi Suster-Suster Gembala Baik
Sejarah Kongregasi Suster-Suster Gembala Baik berakar pada visi St. Yohanes Eudes dan St. Maria Euphrasia yang berkomitmen menghadirkan kasih dan belas kasih Allah kepada dunia. Dimulai dari misi kecil di Perancis, kongregasi ini tumbuh menjadi komunitas global yang melayani dengan penuh cinta, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan, menjadikan nilai-nilai belas kasih, keadilan, dan rekonsiliasi sebagai dasar dari setiap karya.
Menelusuri Jejak Pelayanan dan Kasih
Santa Maria Euphrasia
Kongregasi Bunda Pengasih Gembala Baik (Congregation of Our Lady of Charity of the Good Shepherd) didirikan oleh Santa Maria Euphrasia pada tahun 1835. Kongregasi yang mengemban misi rekonsiliasi ini memiliki akarnya dalam “Congregation of Our Lady of Charity of the Refuge” yang didirikan tahun 1641 oleh Santo Yohanes Eudes di Perancis dan disahkan oleh Tahta Suci pada 2 Januari 1666.
Santo Yohanes Eudes
Santo Yohanes Eudes mendirikan Kongregasi Bunda Pengasih dari Pengungsian (Congregation of Our Lady of Charity of Refuge) karena hatinya yang tergerak melihat para wanita yang kondisi hidupnya saat itu memerlukan bantuan untuk hidup secara baik. Pada saat yang sama hatinya juga tergerak karena sekelompok wanita yang merasa terpanggil untuk menyerahkan diri dan hidup mereka bagi pelayanan.
Cinta akan jiwa-jiwa menjadi alasan mengapa Kongregasi ini didirikan. Kongregasi ini pun tetap ada hanya karena cinta itu. Santa Maria Euphrasia memiliki semangat yang sama. Hatinya senantiasa tergerak oleh belas kasihan ketika menjumpai sesamanya yang terluka akibat dosa dan ketidakadilan. Dengan cinta dan kharisma cinta belas kasih yang dihayati, St Yohanes Eudes dan St Maria Euphrasia menanggapi kebutuhan pada zamannya.
Salah satu gagasan kreatifnya yang sangat monumental adalah gagasannya untuk membuat terowongan. Pada masa itu para suster tidak diijinkan untuk melakukan pelayanan di luar biara tanpa ijin uskup setempat maka dengan membuat terowongan yang menghubungkan rumah biara induk dengan St. Nicholas Abbey, St.Maria Euphrasia dan susternya tetap dapat melayani anak-anak yang telah keluar dari penjara namun tidak mendapatkan pendampingan lebih lanjut.
Terowongan yang menghubungkan rumah biara induk dengan St. Nicholas Abbey
Gagasan St.Maria Euphrasia untuk membuat terowongan demi untuk misi menunjukkan bagaimana dia memiliki visi yang jauh ke depan agar misi keselamatan dapat terus dilaksanakan dengan tidak menyerah pada tantangan dan kesulitan namun berani mengambil resiko demi keselamatan jiwa-jiwa karena baginya keselamatan seorang pribadi adalah jauh lebih berharga daripada seluruh dunia.
Berkembangnya kongregasi dan misi perutusan ke seluruh dunia tidak terlepas dari peran serta teman-teman awam yang mendukung St. Maria Euphrasia, di antara mereka adalah Countess d’Andigne dan Count Agustine de Neuville.
St. Maria Euphrasia telah mewariskan semangat yang patut diteladani dalam menjalin kerjasama dengan siapa saja yang berkehendak baik untuk perkembangan misi Gembala Baik yaitu semangat kesetaraan dan keterbukaan. Hati St.Maria Euphrasia dikobarkan oleh semangat menyala untuk menjangkau di setiap sudut dunia dimana ada jiwa-jiwa harus diselamatkan. Dengan iman yang teguh akan penyelenggaraan Ilahi, dia membuat Generalat agar dapat mengutus para susternya pergi ke seluruh dunia untuk memperluas karya keselamatan Allah agar banyak jiwa terselamatkan.
Hingga saat meninggalnya pada tanggal 24 April 1868, St.Maria Euphrasia telah mendirikan 110 rumah biara di berbagai belahan dunia.
Komitmen Kami
Menghadirkan cinta belas kasih Yesus Gembala Baik yang memulihkan martabat setiap pribadi sebagai anak-anak Allah. Berpihak kepada perempuan dan anak yang terpinggirkan, tertindas, terbelenggu dalam lingkaran kemiskinan dan ketidaksetaraan gender yang menyebabkan perempuan dan anak menjadi pihak yang rentan; mengalami kekerasan, perdagangan orang, dan pelecehan hak asasi manusia.
Mari Terhubung. Mari Terlibat.
Bersama Menyebarkan Kasih
Dukung langkah kecil yang membawa perubahan besar.
Mari bergandengan tangan dalam karya kebaikan.
Alamat
JL. Raya Jatinegara Barat NO.122, Kampung Melayu, Kec. Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Jakarta.