by Zeal | Jan 30, 2026 | Karya Sosial Ruteng
Karya Sosial Weta Gerak Gembala Baik Ruteng mengadakan Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama secara sederhana bersama seluruh tim. Perayaan ini dikemas dalam kebersamaan makan bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan karya pelayanan sepanjang tahun 2025.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, perayaan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk meninjau kembali kinerja, proses, serta pembelajaran yang telah dilalui selama satu tahun terakhir. Setiap anggota tim diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan capaian dalam pelaksanaan berbagai kegiatan dan pendampingan sosial yang telah dijalankan.
Selain refleksi atas kinerja tahun 2025, momen ini juga dimanfaatkan untuk membahas harapan dan rencana proyek di tahun 2026. Diskusi berlangsung terbuka dan penuh semangat, dengan harapan agar setiap program ke depan semakin berdampak, relevan dengan kebutuhan lapangan, dan dikerjakan secara kolaboratif.
Perayaan Natal dan Tahun Baru bersama ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat relasi antar tim, membangun rasa kekeluargaan, serta meneguhkan nilai cinta kasih sebagai dasar dalam setiap karya sosial Weta Gerak. Kebersamaan sederhana ini diyakini menjadi kekuatan penting untuk terus melangkah bersama dalam semangat pelayanan.
Melangkah ke tahun 2026, Karya Sosial Weta Gerak Gembala Baik Ruteng berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga integritas pelayanan, serta menghadirkan program-program yang relevan, responsif, dan membawa harapan. Dengan semangat Natal sebagai kabar sukacita dan kasih, seluruh tim siap melanjutkan perjalanan karya sosial dengan tekad untuk terus menjadi ruang aman, sahabat, dan penggerak perubahan bagi sesama.
Penulis: Iva Batta
by JP | Agu 30, 2025 | Karya Sosial Ruteng
Labuan Bajo, 12 Agustus 2025
Salah satu sorotan paling memukau dalam rangkaian Festival Golo Koe 2025 adalah penampilan keren dari Tim BriC yang membawakan tarian khas lokal, Nuca Lale Naring Mori. Acara yang diselenggarakan dari tanggal 10 hingga 15 Agustus 2025 di Waterfront City Labuan Bajo ini menampilkan kekayaan budaya Manggarai dan Nusa Tenggara Timur dalam kemasan yang religius, inklusif, dan meriah.
Simbol Harmoni Budaya dan Spiritualitas
Festival Golo Koe ini mengusung tema “Merajut Kebangsaan dan Pariwisata Berkelanjutan yang Sinodal dan Inklusif.” Tema ini menegaskan peran keuskupan dan masyarakat dalam merawat kerukunan serta menyeimbangkan antara iman dan kebudayaan lokal. Di tengah karnaval budaya dan selebrasi kolosal Maria Assumpta Nusantara yang melibatkan lebih dari 50 kelompok etnik dan komunitas, tim BriC tampil istimewa dengan membawakan tarian Nuca Lale Naring Mori. Tarian ini adalah sebuah ekspresi gerak yang sarat makna, simbolisme, dan estetika dari adat Manggarai.
Makna Mendalam di Balik Tarian Nuca Lale Naring Mori
Dipersembahkan secara anggun di panggung Waterfront City, tarian Nuca Lale Naring Mori oleh tim BriC menampilkan gerakan lembut sekaligus dinamis. Tarian ini memperlihatkan keindahan budaya lokal yang ditransformasikan menjadi sebentuk seni kontemporer. Tarian Nuca Lale Naring Mori memiliki makna “Tanah memuji Tuhan” dan ditampilkan sebagai persembahan seni yang lahir dari kehidupan keagamaan masyarakat Manggarai. Tarian ini juga erat kaitannya dengan toleransi dan moderasi beragama yang tinggi di Manggarai.
Nuca Lale Naring Mori diciptakan melalui koreografi yang merefleksikan gagasan dan nilai keindahan sebagai wujud rasa syukur kepada “Mori Kraeng” selaku entitas tertinggi atau Sang Pencipta dalam kebudayaan masyarakat Manggarai. Nucalale yang bermakna kesuburan menjadi harapan, doa, dan ucapan terima kasih atas berkat dari Tuhan yang senantiasa memberkati. Nuansa spiritual dari festival yang berpadu apik dengan tarian ini berhasil menghipnotis penonton, umat, dan wisatawan lewat dentingan musik tradisional dan estetika gerak yang menawan.
Keterlibatan BriC dalam Semangat Festival
Tim BriC dipandang sebagai representasi kekinian dari budaya lokal yang mengharmonikan tradisi dan daya tarik publik modern. Penampilan mereka tidak hanya berfungsi sebagai hiburan melainkan juga penyambung warisan budaya kepada generasi muda serta pengunjung internasional. Hal ini sejalan dengan tujuan Festival Golo Koe yang mendorong pelibatan aktif masyarakat, pelestarian budaya, penguatan UMKM, dan pariwisata berkelanjutan.
Antusiasme Penonton
Sorak-sorai penonton yang menyemangati gerak lincah anggota BriC terasa menyatu dalam harmoni. Banyak yang menyebut penampilan ini sebagai momen spiritual nan estetis yang sulit dilupakan di antara rangkaian atraksi dan penampilan lainnya.
Penutup yang MemukauTarian Nuca Lale Naring Mori yang dibawakan oleh tim BriC ditutup dengan gerakan penuh energi dan formasi indah yang tersusun rapi. Setiap langkah terakhir disatukan dalam harmoni, membentuk simbol kebersamaan dan kekuatan budaya Manggarai. Penonton dibuat terkesan, bahkan terhipnotis oleh gerakan penutup yang anggun namun penuh makna, meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang menyaksikannya.