Jakarta – Jumat, 9 Januari 2026. Di awal tahun yang masih hangat oleh harapan, Komunitas Pendidikan Yayasan Gembala Baik Jakarta kembali merayakan syukur Natal dan Tahun Baru—sebuah tradisi yang menjadi napas rutin setiap awal tahun. Kegiatan ini dikoordinasi dengan penuh ketulusan oleh Tim Partnership Jakarta, yang mengusung tema “Menghargai Kasih dan Membangun Harapan dengan Semangat Berkobar-kobar.” Tema yang tidak sekadar indah sebagai judul, juga menjadi pengingat untuk menyalakan kembali api kasih dan semangat pelayanan dalam dunia pendidikan.
Perayaan syukur dimulai dengan misa bersama seluruh peserta didik TK, SD, SMP, serta seluruh Komunitas Pendidikan Yayasan Gembala Baik Jakarta. Misa yang dilaksanakan di Kapel Gembala Baik ini dipimpin oleh Romo Antonius Didit Soepartono, Pr. Dalam keheningan Sabda, Romo Didit mengajak seluruh peserta untuk merenungkan perjalanan iman melalui tiga kata sederhana yang sarat makna: kesempatan, kemauan, dan sukacita.

Romo Didit menegaskan bahwa Tuhan senantiasa membuka pintu-pintu rahmat dalam setiap denyut kehidupan. Kesempatan hadir dalam setiap perjumpaan, kegagalan, dan harapan yang menghampiri, mengundang manusia untuk kembali, memperbaiki diri, dan bertumbuh. Namun, kesempatan ilahi itu menanti jawaban berupa kemauan. Tanpa keberanian memilih untuk bangkit, setia, dan melangkah, rahmat akan berlalu begitu saja. Dari hati yang beriman dan berani melangkah itulah lahir sukacita sejati bukan sukacita semu yang lahir dari kenyamanan, melainkan sukacita yang tumbuh dari kepercayaan penuh akan penyertaan Tuhan, bahkan di tengah luka dan pergumulan, sebagai tanda bahwa manusia tidak pernah berjalan sendirian.
Dalam khotbahnya, Romo Didit mengajak semua yang hadir untuk menyambut kesempatan dengan kemauan yang teguh dan menjalani hidup dengan hati yang bersukacita. “Sebab di sanalah Tuhan bekerja diam-diam, setia, dan penuh kasih membentuk hidup kita menjadi berkat bagi sesama,” ujarnya, seolah mengingatkan bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan kasih akan menjadi benih kebaikan yang berbuah bagi banyak orang.

MC: Ibu Gian (kiri), Ibu Rosa (kanan)
Setelah misa, kebersamaan berlanjut dalam acara ramah-tamah di Aula Gembala Baik. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan semakin terasa saat seluruh peserta berkumpul dalam tawa dan keakraban. Acara dipandu dengan apik oleh MC; Ibu Gian dan Ibu Rosa dari civitas akademika SMP Santa Maria Fatima Jakarta, yang berhasil menciptakan suasana ceria sekaligus sarat makna. Kebersamaan ini menjadi ruang untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan menyemai semangat pelayanan dalam dunia pendidikan.
Dalam sambutannya, Ibu Ida Fransiska Hutauruk, S.Pd. dari Tim Partnership Jakarta mengajak seluruh Komunitas Pendidikan Yayasan Gembala Baik Jakarta untuk saling menghargai dan menumbuhkan kasih dalam setiap tindakan pelayanan. Ia menegaskan bahwa kasih yang dirawat dengan tulus akan mempererat persaudaraan, sementara semangat yang berkobar akan menjadi kekuatan menghadapi berbagai tantangan. Momentum ini menjadi pengingat untuk terus menebar kebaikan, memperkokoh kebersamaan, serta melangkah maju dengan hati yang penuh harapan dan semangat yang tak pernah padam. Dengan demikian, komunitas ini diharapkan semakin bertumbuh, berdaya, dan jaya dalam menjalankan pelayanan pendidikan yang bermakna.

Sambutan Yayasan Gembala Baik
Sementara itu, Suster Nita, sebagai perwakilan Yayasan Gembala Baik, mengajak seluruh komunitas untuk terus saling mengasihi, menjaga kekompakan, serta menyalakan semangat dalam memberikan pelayanan prima kepada peserta didik. Ia mengingatkan bahwa panggilan sebagai pendidik bukan sekadar tugas, melainkan pelayanan mulia yang menuntut keteladanan. Melalui dedikasi, ketulusan, dan karya nyata, komunitas ini diharapkan mampu mewujudkan kasih Kristus dalam setiap langkah pelayanan.

Acara ramah-tamah pun semakin hidup dengan berbagai permainan yang dipandu oleh Ibu Gian dan Ibu Rosa. Tawa dan canda mengalir tulus, menjadi bahasa sederhana yang menyatukan hati. Permainan bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk meneguhkan semangat pelayanan dan mempererat rasa persaudaraan serta kekeluargaan. Acara semakin hangat ketika momen pembagian doorprize tiba. Seperti hujan berkah yang jatuh perlahan, hadiah-hadiah kecil itu dibagikan kepada seluruh peserta dengan penuh sukacita. Suara tepuk tangan dan senyum bahagia menyatu, menambah kilau kebersamaan yang sudah terjalin. Dalam setiap hadiah yang diterima, tersimpan doa dan rasa syukur, sebagai pengingat bahwa kebahagiaan sejati lahir dari berbagi dan bersama-sama merayakan anugerah.

Foto bersama Komunitas Pendidikan Yayasan Gembala Baik
Kebersamaan ini ditutup dengan momen indah yang diabadikan melalui foto bersama, sebagai simbol persatuan dalam melayani dan mendidik dengan hati. (Penulis; Dominikus Gulo)