Aksi Panggilan Suster Kongregasi SPM

Sumber https://www.youtube.com/watch?v=_Q6_xXWyZAY
  1. Apa itu Suster SPM?
    SPM adalah singkatan dari Santa Perawan Maria, Kongregasi tingkat Kepausan. Kongregasi SPM berdiri pada tanggal 29 Juli 1822 diprakarsai oleh Pater Mathias Wolff, SJ. Kala itu ada beberapa wanita muda di Amersfoort, Belanda yang ingin menjadi religius dan membaktikan diri kepada pendidikan anak-anak miskin. Mereka datang kepada Pater Mathias Wolff, SJ yang juga memiliki kerinduan untuk mendirikan kongregasi yang bergerak di bidang pendidikan. Pater Mathias Wolff, SJ lalu mendampingi para wanita ini untuk menjalin hubungan dengan para Suster de Notre Dame dari Namur. Kongregasi ini didirikan oleh St. Julie Billiart dan memiliki kesamaan dengan apa yang dicita-citakan oleh para wanita dari Amersfoort.

Kongregasi ini terus berkembang dan pada tanggal 11 Oktober 1926 hadir di Indonesia, tepatnya di Probolinggo, Jawa Timur. Hingga kini Kongregasi SPM hadir di Belanda, Malawi, Filipina, dan Indonesia. Di Indonesia terdapat 2 provinsi, yakni Provinsi Indonesia Samarinda dan Provinsi Indonesia Probolinggo.

Di Provinsi Indonesia Samarinda dan Probolinggo, para Suster SPM hadir di 9 Keuskupan:

  • Keuskupan Agung Jakarta: Pamulang
  • Keuskupan Agung Semarang: Yogyakarta, Banyutemumpang, Promasan dan Magelang
  • Keuskupan Surabaya: Surabaya, Mojokerto, dan Jombang
  • Keuskupan Malang: Malang, Lawang, Kepanjen, Probolinggo, Jember, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi
  • Keuskupan Denpasar: Amlapura
  • Keuskupan Sorong-Manokwari: Prafi dan Masni
  • Keuskupan Banjarmasin: Banjarmasin, Kotabaru, Pelaihari, dan Tanjung Tabalong
  • Keuskupan Samarinda: Samarinda, Mangkupalas, Tanah Grogot, dan Barong Tongkok
  • Keuskupan Antipolo: Baras, Filipina
  1. Apa spiritualitas dari Tarekat Suster SPM?
    Spiritualitas SPM adalah Pengakuan Kesamaan Martabat Manusia Sebagai Citra Allah.
  2. Apa saja Karya dari Tarekat Suster SPM?
    Para Suster SPM berkarya di bidang pendidikan yang dikelola oleh Perkumpulan Dharmaputri. Karya pendidikan para Suster SPM mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, para Suster SPM juga berkarya di bidang sosial yang dikelola oleh Yayasan Amal Dharma Bakti. Karya sosial ini terdiri dari asrama putra dan putri, panti asuhan, klinik, apotek, sosial kemasyarakatan, pastoral, dan rumah pembinaan.
  3. Apa yang menjadi kekhasan dari Suster SPM?
    Para Suster SPM selalu hidup dalam komunitas karena hidup persekutuan adalah perutusan utama bagi kami. Selain itu, spiritualitas kesamaan martabat manusia sebagai citra Allah senantiasa kami hidupi dalam karya perutusan dan kegiatan sehari-hari.
  4. Apa saja tahapan yang harus dilalui untuk menjadi seorang Suster SPM?
  • Masa Aspiran selama 6-12 bulan
  • Masa Postulat selama 6 bulan-2 tahun.
  • Masa Novisiat selama 2 tahun.
  • Masa Yuniorat selama 5-9 tahun.
  • Dilanjutkan masa on going formation.
  1. Apa saja persyaratan untuk menjadi Calon Suster SPM?
  • Perempuan yang sudah dipermandikan secara Katolik.
  • Minimal usia 17 tahun, maksimal usia 35 tahun.
  • Pendidikan minimal SMA/sederajat.
  • Sudah menerima Sakramen Krisma.
  • Motivasi jelas mau hidup membiara sebagai Suster SPM.
  • Dapat hidup bersama.
  • Sehat secara mental dan fisik.
  • Memiliki surat rekomendasi dari orang tua dan romo paroki.
  1. Apakah ada kontak yang bisa dihubungi jika memerlukan informasi tentang Suster SPM?
    Sr. Paskalia, SPM : 0821 4053 9784
    Sr. Yose, SPM : 0822 2899 3457
    Sr. Yulia, SPM : 0818 0262 5764

Sumber Komsos Kedu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.